Penilaian Lapangan Inovasi Abu Teko (Alat Buat Terracotta) di Kabupaten Tabanan

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – BRIDA Provinsi Bali melaksanakan Penilaian Lapangan Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026 terhadap inovasi Abu Teko (Alat Buat Terracotta) pada Selasa (7/7/2026), bertempat di Banjar Simpangan, Desa Pejaten No. 66, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Kegiatan penilaian lapangan ini dipimpin oleh Ketua Tim Penilai Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026, Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S., bersama anggota Tim Penilai Ir. I Made Oka Parwata, M.MA, Penyuluh Pertanian Ahli Utama pada Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRPM) Kementerian Pertanian, serta Ni Putu Sri Udayani, S.E., M.M., Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Madya pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali. Kegiatan ini didampingi oleh Pengampu Kegiatan A.A. Istri Mirah Darma Astuti, S.E., M.AP., Analis Kebijakan Ahli Madya BRIDA Provinsi Bali, beserta Staf Bidang Pengembangan Inovasi dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual BRIDA Provinsi Bali, serta dihadiri oleh perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tabanan, inovator, dan para pemangku kepentingan terkait.

Penilaian lapangan merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026 yang bertujuan untuk melakukan verifikasi secara langsung terhadap implementasi inovasi yang telah diajukan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menilai aspek kebaruan, kebermanfaatan, keberlanjutan, dampak, serta potensi pengembangan inovasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Tim Penilai meninjau secara langsung implementasi inovasi Abu Teko (Alat Buat Terracotta), mulai dari proses pembuatan, penggunaan alat dalam mendukung produksi kerajinan terracotta, hingga manfaat yang dirasakan oleh para pengrajin. Inovasi ini dikembangkan sebagai upaya meningkatkan efisiensi proses produksi, menjaga kualitas hasil kerajinan, serta memperkuat daya saing industri terracotta yang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Tabanan.

Selain melakukan observasi lapangan, Tim Penilai juga berdiskusi dengan inovator mengenai proses lahirnya inovasi, penerapan teknologi, pengembangan produk, strategi pemasaran, keberlanjutan usaha, serta peluang pengembangan inovasi pada sektor industri kreatif berbasis kearifan lokal. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai implementasi dan dampak inovasi.

Ketua Tim Penilai, Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S., menyampaikan bahwa inovasi daerah perlu terus didorong agar mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi yang berbasis potensi daerah dan didukung dengan keberlanjutan yang baik akan menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem inovasi di Provinsi Bali.

Melalui pelaksanaan Penilaian Lapangan Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026, BRIDA Provinsi Bali berkomitmen untuk terus mendorong tumbuhnya budaya riset dan inovasi di seluruh kabupaten/kota di Bali. Diharapkan inovasi Abu Teko (Alat Buat Terracotta) dapat menjadi salah satu praktik baik dalam pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya, peningkatan daya saing produk unggulan daerah, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penilaian Lapangan Inovasi Abu Teko (Alat Buat Terracotta) di Kabupaten Tabanan Read More

Penilaian Lapangan Inovasi FRUYTHATOP BliGen Berkonsep Zero Waste di Kota Denpasar

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – BRIDA Provinsi Bali melaksanakan Penilaian Lapangan Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026 terhadap inovasi FRUYTHATOP BliGen: Hilirisasi Industri Fermentasi Khas Bali Berkonsep Zero Waste, pada Senin (6/7/2026), bertempat di Jalan Cekomaria Gang Padi I Nomor 18, Peguyangan Kangin, Kota Denpasar.

Kegiatan penilaian lapangan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penilai Bali Swacitta Nugraha Prof. Dr. Ir. I Wayan SUpartha, M.S. beserta anggota tim penilai Ir. I Made Oka Parwata, M.MA yang di dampingi pengampu Kegiatan Analis Kebijakan Ahli Madya A A Istri Mirah Darma Astuti, SE.,M.AP beserta jajaran staf Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali, yang dihadiri oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Denpasar, beserta anggota tim penilai, inovator FRUYTHATOP BliGen, serta para pemangku kepentingan terkait.

Penilaian lapangan merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026 yang bertujuan melakukan verifikasi secara langsung terhadap implementasi inovasi, sekaligus menilai aspek kebaruan, keberlanjutan, manfaat, serta dampak inovasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Penilai bersama Pengampu Kegiatan Analis Kebijakan Ahli Madya A A Istri Mirah Darma Astuti, SE.,M.AP dan Kepala BRIDA Kota Denpasar meninjau secara langsung proses hilirisasi industri fermentasi khas Bali yang dikembangkan oleh FRUYTHATOP BliGen. Inovasi ini mengusung konsep zero waste dengan mengoptimalkan seluruh hasil dan sisa proses produksi menjadi produk yang bernilai tambah sehingga mampu meminimalkan limbah, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta mendukung pengembangan ekonomi sirkular.

Selain melakukan observasi lapangan, tim juga berdiskusi dengan inovator mengenai proses pengembangan inovasi, penerapan teknologi fermentasi, strategi hilirisasi produk, keberlanjutan usaha, manfaat ekonomi, serta potensi pengembangan inovasi di masa mendatang. Diskusi ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk memastikan bahwa inovasi tidak hanya memiliki unsur kebaruan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ketua Tim Penilai, Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S., menegaskan bahwa setiap inovasi dinilai berdasarkan indikator yang meliputi tingkat kebaruan, kebermanfaatan, keberlanjutan, dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta peluang untuk direplikasi di daerah lain.

Melalui pelaksanaan Penilaian Lapangan Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026, Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali terus berkomitmen mendorong tumbuhnya inovasi daerah yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Diharapkan inovasi FRUYTHATOP BliGen: Hilirisasi Industri Fermentasi Khas Bali Berkonsep Zero Waste dapat menjadi contoh praktik baik dalam pengembangan industri berbasis potensi lokal yang mendukung pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan di Provinsi Bali.

Penilaian Lapangan Inovasi FRUYTHATOP BliGen Berkonsep Zero Waste di Kota Denpasar Read More