Focus Group Discussions Refleksi Kepariwisataan Budaya Bali

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – BRIDA Provinsi Bali melalui Bidang Prioritas Pembangunan Daerah menyelenggarakan Focus Group Discussions (FGD) Refleksi Kepariwisataan Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk untuk membedah sejarah awal perkembangan pariwisata Bali dan menyatukan langkah dalam momentum terbangunnya 100 tahun kepariwisataan budaya Bali.

Dalam sambutannya, Kepala BRIDA Provinsi Bali menyampaikan bahwa pelaksana kegiatan ini sebagai salah satu sistem peringatan dini atau early warning system untuk menyelamatkan pariwisata Bali agar tidak kehilangan kesakralannya. Kajian yang diinisiasi oleh BRIDA Provinsi Bali bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali ini mendesak dilakukan untuk melihat apakah pariwisata Bali yang bertumpu pada sistem budaya masyarakat lokal seperti desa adat, subak, dan puri mampu menyaring pengaruh luar dan beradaptasi tanpa kehilangan identitas aslinya atau resiliensi budaya.

Sejarah mencatat bahwa kepariwisataan Bali tumbuh secara organis dari denyut nadi kehidupan masyarakatnya yang lekat dengan taksu seni dan budaya. Hasil dari serangkaian FGD dan kajian ini pada akhirnya akan menjadi dokumen rekomendasi kebijakan atau evidence based policy, dimana dokumen ini yang akan menjadi kompas bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam merumuskan regulasi penataan kepariwisataan yang berbasis budaya, berkualitas, tangguh, dan bermartabat, sejalan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana dan Sad Kerthi.

Focus Group Discussions Refleksi Kepariwisataan Budaya Bali Read More

Penilaian Lapangan Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026 di Rumah Konservasi Kunang-Kunang Kabupaten Gianyar

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – BRIDA Provinsi Bali melalui Bidang Pengembangan Inovasi dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual melaksanakan Penilaian Lapangan Penghargaan Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026 terhadap inovasi Rumah Konservasi Kunang-Kunang sebagai Community-Led Research dan Model Pariwisata Berkualitas Berbasis Konservasi yang berlokasi di Banjar Taro Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, pada Rabu (8/7).

Penilaian lapangan dipimpin oleh Ketua Tim Penilai Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026, Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S., didampingi Anggota Tim Penilai Ir. I Made Oka Parwata, M.MA., Penyuluh Pertanian Ahli Utama pada Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRPM) Kementerian Pertanian, serta Ni Nyoman Trisnawati, SST.Par., M.Si., Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali.

Turut mendampingi kegiatan tersebut Kepala Bidang Prioritas Pembangunan Daerah, Luh Hety Vironika, SE.,M.M, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pengembangan Inovasi dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual BRIDA Provinsi Bali, Gede Wirasuta, S.E., beserta staf Bidang Pengembangan Inovasi dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual.

Penilaian lapangan merupakan tahapan penting dalam rangka verifikasi terhadap inovasi yang telah diusulkan sebagai peserta Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026. Tim Penilai melakukan pendalaman terhadap aspek kebaruan inovasi, implementasi, manfaat, keberlanjutan, tata kelola, serta peluang pengembangannya sebagai inovasi daerah yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.

Rumah Konservasi Kunang-Kunang menghadirkan konsep Community-Led Research, yaitu model penelitian berbasis masyarakat yang dipadukan dengan pengembangan pariwisata berkualitas berbasis konservasi. Inovasi ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga habitat kunang-kunang sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus pengembangan destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan penilaian, Tim Penilai melakukan pemaparan, diskusi, klarifikasi data pendukung, serta peninjauan langsung terhadap lokasi inovasi guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program di lapangan.

Melalui Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026, BRIDA Provinsi Bali berkomitmen mendorong lahirnya inovasi-inovasi daerah yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Penilaian Lapangan Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026 di Rumah Konservasi Kunang-Kunang Kabupaten Gianyar Read More