Buka FGD, Dewa Made Indra Yakin Pemda dapat Tingkatkan Nilai IPKD, IID, IKKD

DENPASAR- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah, Indeks Inovasi Daerah dan Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra bertempat di Ruang Rapat Sabha Adhyasta Utama Inspektorat Provinsi Bali pada Senin (27/5) pagi.

Dalam sambutannya Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi kepada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri yang selalu memberikan dorongan kepada Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk lebih baik dalam Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD).

Dewa made Indra meminta FGD yang dilaksakan oleh BRIDA kali ini dapat memacu tekad Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten/Kota untuk lebih baik dalam seluruh penilaian IPKD, IID dan IKKD. Ia berharap ketiga indeks tersebut dapat terus meningkat setiap tahunnya. “Hari ini kita bersama-sama akan bulatkan tekad bahwa tahun depan nilai kita akan naik. Dan saya yakin pasti bisa,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo menyampaikan bahwa penilaian yang dilakukan harus objektif. “Jangan sampai terjadi praktik-praktik yang tidak objektif dalam pengukuran,” jelasnya. Ia meminta agar seluruh data yang tersaji harus sesuai dengan situasi riil sesuai dengan kualitas keuangan daerah, kualitas inovasi daerah maupun kualitas kepemimpinan kepala daerah.

Sedangkan Kepala BRIDA Provinsi Bali, I Made Gunaja menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan FGD tersebut adalah untuk mengetahui arah kebijakan BSKDN Kemendagri dalam pelaksanaan IPKD, IID dan IKKD disamping juga sebagai sarana untuk menyamakan persepsi dan peningkatan wawasan terhadap implementasi Permendagri tentang IPKD, IID dan IKKD.

“Untuk menjalin sinergitas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam memacu dan memotivasi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kinerja pengelolaan inovasi daerah, keuangan daerah dan kinerja pemerintah daerah,” ungkap Kepala BRIDA Provinsi Bali.

Selain pemaparan inti dari Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, materi lainnya juga disampaikan oleh pemateri lain dari BSKDN Kemendagri antara lain Gatot Tri Laksono, Plh. Kepala Pusat Strategi Kebijakan Politik, Hukum dan Pemerintah Dalam Negeri dengan materi Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah; Afery Syamsidar, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi dan Inovasi Pemerintah Dalam Negeri dengan materi Indeks Inovasi Daerah serta Aang Prasetyo, Plh. Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan Keuangan Daerah dan Desa dengan materi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah

Buka FGD, Dewa Made Indra Yakin Pemda dapat Tingkatkan Nilai IPKD, IID, IKKD Read More

PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJASAMA UNIVERSITAS UDAYANA DENGAN UNIVERSITAS GAJAH MADA DAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA UNTUK PENELITIAN ANGGREK FORMA BALI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan varietas baru anggrek yang khas dari Bali melalui kegiatan kerjasama swakelola “Penyelamatan Dan Pengembangan Varietas Baru Anggrek Forma Bali”, Fakultas Pertanian Universitas Udayana menjalin kerjasama yang erat dengan dua institusi pendidikan tinggi ternama di Yogyakarta yaitu Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan penelitian yang bertujuan untuk menyelamatkan dan mengembangkan varietas baru anggrek forma Bali. Penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan oleh para pemimpin dari ketiga institusi, yang menegaskan komitmen mereka untuk bekerja sama dalam menghadirkan terobosan ilmiah dalam bidang pertanian.

Kehadiran Badan Riset Dan Inovasi Daerah Provinsi Bali untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjalin kerjasama lintas perguruan tinggi untuk tujuan penelitian ilmiah yang bertujuan untuk konservasi dan pengembangan keanekaragaman hayati.

Setelah acara penandatanganan, Tim Bidang Prioritas Pembangunan Daerah BRIDA Bali didampingi oleh tim peneliti Universitas Udayana melanjutkan perjalanan ke Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk melakukan peninjauan terhadap Lab Molekuler milik universitas tersebut. Kunjungan ini memberikan wawasan mendalam tentang fasilitas modern yang akan mendukung penelitian mereka dalam mengidentifikasi dan mengembangkan varietas baru anggrek forma Bali melalui metode-metode molekuler.

Tidak berhenti di situ, tim dari Bidang Prioritas Pembangunan Daerah BRIDA Bali bersama tim peneliti Universitas Udayana juga melanjutkan perjalanan ke Universitas Negeri Yogyakarta untuk melakukan peninjauan terhadap Lab Molekuler mereka. Di sana, mereka disambut dengan hangat oleh tim dari Fakultas MIPA dan diberikan tur lengkap mengenai fasilitas lab yang dimiliki. Kunjungan ke Lab Molekuler Universitas Negeri Yogyakarta memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang infrastruktur dan peralatan yang akan menjadi tambahan berharga untuk penelitian varietas baru anggrek forma Bali.

Kerjasama antara Fakultas Pertanian Universitas Udayana dengan Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta diyakini akan membawa dampak positif dalam upaya penyelamatan dan pengembangan varietas baru anggrek forma Bali. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyelamatan dan pengembangan varietas baru anggrek forma Bali, serta memperkuat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJASAMA UNIVERSITAS UDAYANA DENGAN UNIVERSITAS GAJAH MADA DAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA UNTUK PENELITIAN ANGGREK FORMA BALI Read More