JASA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN EKOSISTEM INFRASTRUKTUR KENDARAAN BERMOTOR LISTRIK BERBASIS BATERAI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Kepala Bidang Penunjang Pembangunan Daerah mewakili Kepala Badan Riset dan Inovasi dan Daerah (BRIDA) Provinsi Bali membuka kegiatan Presentasi Laporan Pendahuluan/FGD-1 Jasa Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Ruang Sidang Prof Ngurah Lantai 4 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Kampus Sudirman Denpasar. Kajian ini dilaksanakan secara swakelola antara BRIDA Provinsi Bali dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana.
Dalam sambutannya, Kepala BRIDA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Visi Pembangunan Daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, khususnya pada program prioritas Transportasi Ramah Lingkungan dan Transisi Energi Bersih demi mempercepat target Net Zero Emission (NZE) Bali 2045.
Arah Kebijakan bidang prioritas tersebut diantaranya menjadikan Bali bebas dari polusi untuk mempercepat pencapaian Net Zero Emission (NZE) melalui percepatan dan pemantapan pelaksanaan regulasi energi bersih, kendaraan listrik berbasis baterai dan mempercepat implementasinya di lingkungan ASN, BUMN/BUMD, lembaga pendidikan dan kesehatan.
Sejalan dengan Program Pembangunan Rendah Karbon Daerah (PRKD), pertumbuhan kepemilikan Electric Vehicle (EV) di Bali saat ini sangat menggembirakan. Namun, lonjakan ini membawa tantangan nyata pada kesiapan infrastruktur pengisian daya listrik. Saat ini, rasio charging station dibanding jumlah EV di Bali masih berada di angka 1:19, belum ideal dibanding dengan target nasional 1:10 hingga 1:15. Ketimpangan ini memicu kecemasan jarak tempuh (range anxiety) bagi para pengguna EV.
Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur tidak bisa lagi memakai pendekatan konvensional “menyediakan tempat”, melainkan harus bergeser menjadi “mengikuti pergerakan” berdasarkan pola perjalanan riil pengguna. Kita memerlukan kajian strategis berbasis data ilmiah agar pembangunan charging station berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran. Harapannya setelah kajian ini tuntas, hasilnya dapat langsung diterapkan bersama Pemprov Bali, PT.PLN UID Bali, masyarakat dan akademisi melalui pola pengabdian masyarakat perguruan tinggi.




Presentasi Laporan Pendahuluan/FGD-1 menghadirkan Bapak Eko Sudaryono selaku Manager Strategi Pemasaran Unit Induk Provinsi Bali. Hadir sebagai peserta antara lain perwakilan Dinas Terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar, Tim Pengendali Mutu (TPM), Tim Pengawas Swakelola Brida Provinsi Bali, dan Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali.

