Inovasi Pelestarian Terumbu Karang Berbasis Masyarakat di Nusa Penida

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Tim Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali bersama Ketua Tim Penilai Bali Swacitta Nugraha (Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S) dan N. Gde Ari Jayadi, S.STP.,M.Si Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali melaksanakan penilaian lapangan terhadap inovasi Metode Pelestarian Terumbu Karang Ramah Lingkungan Berbasis Masyarakat di Desa Ped, Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Klungkung, Kepala BKSDN, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Klungkung, dan Perangkat Daerah di Kabupaten Klungkung serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali yang didampingi oleh A.A. Istri Mirah Darma Astuti selaku Analis Kebijakan Ahli Madya beserta staf Bidang Pengembangan Inovasi dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual.

Inovasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem laut, khususnya terumbu karang, sebagai aset penting bagi keberlanjutan lingkungan, perikanan, dan pariwisata Bali.

Melalui Anugerah Bali Swacitta Nugraha, diharapkan semakin banyak inovasi daerah yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

BRIDABali #BaliSwacittaNugraha #InovasiDaerah #NusaPenida #DesaPed #TerumbuKarang #PelestarianLingkungan #BaliEraBaru #BanggaBerinovasi

Inovasi Pelestarian Terumbu Karang Berbasis Masyarakat di Nusa Penida Read More

RAPAT PEMBENTUKAN TIM MONITORING DAN EVALUASI PENGGUNAAN PAKAIAN ENDEK DAN ADAT BALI DI PROVINSI BALI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali memimpin Rapat Pembentukan Tim Monitoring dan Evaluasi Penggunaan Pakaian Endek dan Adat Bali di Provinsi Bali. Rapat ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat implementasi kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam pelestarian budaya melalui penggunaan pakaian Endek dan Adat Bali secara konsisten dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Inspektur Daerah Provinsi Bali atau yang mewakili, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bali atau yang mewakili, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Bali atau yang mewakili, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali atau yang mewakili, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali atau yang mewakili, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali atau yang mewakili, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali atau yang mewakili, serta Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali atau yang mewakili.

Dalam arahannya, Kepala BRIDA Provinsi Bali menyampaikan bahwa pembentukan Tim Monitoring dan Evaluasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan implementasi penggunaan pakaian Endek dan Adat Bali berjalan secara efektif, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, penggunaan Endek dan busana adat Bali juga memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya para perajin dan pelaku UMKM di Bali.

Tim yang dibentuk nantinya akan melakukan monitoring, evaluasi, serta menyusun rekomendasi guna meningkatkan kepatuhan dan efektivitas pelaksanaan penggunaan pakaian Endek dan Adat Bali di lingkungan pemerintah daerah maupun masyarakat luas.

Melalui sinergi antar perangkat daerah dan pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi Bali terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan identitas budaya Bali, sekaligus memperkuat nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan Bali yang berkelanjutan sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

RAPAT PEMBENTUKAN TIM MONITORING DAN EVALUASI PENGGUNAAN PAKAIAN ENDEK DAN ADAT BALI DI PROVINSI BALI Read More