FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) INDEKS DAYA SAING DAERAH PROVINSI BALI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Kepala Badan Riset dan Inovasi dan Daerah (BRIDA) Provinsi Bali membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Indeks daya Saing Daerah (IDSD) Provinsi Bali, Rabu (19/08/2026) bertempat di Ruang Rapat Sabha Widya BRIDA Provinsi Bali. Dalam sambutannya, Kepala BRIDA menyampaikan bahwa IDSD adalah instrumen yang menggambarkan kemampuan daerah dalam bersaing di tingkat nasional maupun global. IDSD diukur oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan rilis secara resmi setiap tahun. Manfaat pengukuran IDSD antara lain: memberikan gambaran kinerja ekonomi, persepsi iklim bisnis, dan dinamika usaha; membantu merumuskan, menetapkan, mengevaluasi, dan memantau kebijakan pembangunan daerah; membantu harmonisasi kebijakan dan program pembangunan nasional dan daerah; mendorong sinergi program antar sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi; mendorong kepemimpinan daerah yang inovatif dan mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.

Berdasarkan rilis resmi BRIN pada tanggal 24 Pebruari 2026 mengenai Indeks Daya Saing Daerah Tahun 2025, skor IDSD Provinsi Bali berhasil mencapai 4,03 dan menempati peringkat kedua secara nasional setelah DKI Jakarta. Capaian ini telah melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD Semesta Berencana 2025–2029 yaitu sebesar 3,95.  Meskipun skor akumulatif Provinsi Bali relatif tinggi, namun ada beberapa evaluasi penting yang harus dicermati, pada beberapa pilar yang mengalami penurunan skor jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Pilar 1 (Institusi), Pilar 6 (Keterampilan), dan Pilar 11 (Dinamika Bisnis). Penurunan skor pada pilar-pilar ini memerlukan perhatian dan langkah konkret dari seluruh Perangkat Daerah, mengingat sebagian besar data dukung IDSD berasal dari data sekunder dinas/instansi pengampu yang bermuara ke BPS maupun Kementerian/Lembaga Pusat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep IDSD dan bagaimana cara mempertahankan bahkan meningkatkan capain IDSD 2026. FGD ini diberharapkan dapat membedah penyebab penurunan skor IDSD Provinsi Bali pada tiga pilar utama untuk kemudian merumuskan intervensi kebijakan yang tepat sasaran dan meningkatkan keterlibatan aktif dan kontribusi Perangkat Daerah dalam menyediakan data yang valid dan andal serta memahami secara utuh indikator-indikator penilaian IDSD tahun 2026. Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini Bapak Khairul Rizal, S.T., M.P.P., Ph.D. Direktur Pengukuran dan Indikator Riset, Teknologi, dan Inovasi, dengan materi “Capaian dan Strategi Meningkatkan IDSD Provinsi Bali 2026”, dan Bapak Agus Gede Hendrayana Hermawan, SE, M.Si., Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, dengan materi “Capaian Ekonomi Makro Provinsi Bali dan Kaitannya dengan Indeks Daya Saing Daerah”

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) INDEKS DAYA SAING DAERAH PROVINSI BALI Read More