BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI BERSIAP MEMBUAT KLINIK HAKI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI BERSIAP MEMBUAT KLINIK HAKI

Klinik HAKI atau saat ini sering disebut dengan sentra HAKI merupakan suatu unit yang berfungsi untuk memfasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual. Saat ini sudah ada beberapa sentra HAKI antara lain di Perguruan-perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta, Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten/Kota termasuk di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM di Denpasar. 

Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang diadakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali pada hari Kamis, 6/2/2020 mengundang seluruh stakeholder yang berkaitan dengan pengurusan HAKI dan dihadiri antara oleh Dinas Koperasi Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Pertanian Provinsi Bali, SMA Bali Mandara dan Perguruan Tinggi dari UNDHIKSA dan UNUD.

Pada rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali didampingi oleh Sekretaris dan Kepala Bidang, didapatkan  beberapa hal diantaranya data terkait jumlah HAKI yang sedang proses pendaftaran, yang sudah terdaftar dan yang sudah memiliki sertifikat sebagai berikut:

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa kendala terkait dengan pendaftaran kekayaan intelektual seperti dari Sentra KI (Dinas Perindustrian Gianyar) bahwa selama ini pengusul mendaftarkan dan membayar secara  mandiri dan sentra KI di Kabupaten hanya memfasilitasi sebatas membawa berkas/dokumen yang dikirim ke Kanwil KumHam Provinsi Bali. Masalah ini hampir dikeluhkan oleh seluruh peserta rapat, adanya keengganan para pemilik untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya selain proses pendaftaran yang dianggap sulit juga terhambat masalah biaya pendaftaran. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menyampaikan permasalahan tentang lambannya respon di Dirjen KI dalam menerbitkan sertfikat KI dan selama ini belum ada regulasi yang mengatur royalty tentang pentas tarian (pencipta, hotel, sanggar, serta kemana dibayarkan royalty tersebut).

Terkait dengan hal tersebut Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali Made Gunaja menyampaikan terima kasih kepada seluruh sentra HAKI yang ada di Kabupaten/Kota maupun di OPD yang sudah memfasilitasi pendaftaran KI. Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali akan segera akan membentuk klinik HAKI yang tugasnya mengkoordinir pelayanan/ sentra HAKI yang tersebar di Kabupaten/Kota, mulai dari proses pendaftaran dan pemeliharaan, melakukan difusi dan intermediasi serta komersiliasasi HAKI. Serta berelaborasi dengan Kementrian terkait dalam proses pembiayaan pendaftaran HAKI seperti yang sudah berjalan dengan Kementrian Koperasi dan Kementrian Perindustrian dan Perdagangan.

Komersialisasi kekayaan intelektual menjadi perhatian dan agenda penting oleh seluruh peserta rapat. Saat ini belum ada regulasi terkait dengan pembayaran royalty tentang pentas tarian (pencipta, hotel, sanggar, serta kemana dibayarkan royalty tersebut). Untuk itu dirasa perlu untuk segera membuat regulasi yang mengatur tentang hal tersebut. Bila regulasi sudah jelas dan pembayaran royalty terkoordinir dengan baik maka diharapkan akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya seniman-seniman yang ada di Bali.

KLINIK KI BALI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI BERSIAP MEMBUAT KLINIK HAKI Read More

RAPAT DISEMINASI HASIL RISET TAHUN 2019 PADA BIDANG PRIORITAS PEMBANGUNAN BALI

RAPAT DISEMINASI HASIL RISET TAHUN 2019 PADA BIDANG PRIORITAS PEMBANGUNAN BALI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH, DENPASAR – Rapat diseminasi hasil riset tahun 2019 pada Bidang Prioritas Pembangunan Bali, Jumat (31/1/2020) dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali, Ir. I Made Gunaja, M.Si, memimpin Rapat didampingi Dr. I Ketut Raka Armaja, SE, MMA., selaku Kepala Bidang Prioritas Pembangunan Bali. Turut hadir Kelompok Ahli Provinsi Bali serta para Pejabat Eselon dilingkungan BaRI.

Bidang Prioritas Pembangunan Bali Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali terdiri 3 (tiga) Sub Bagian. Agenda diseminasi diawali pada Sub Bidang Pangan, Sandang, dan Papan dengan penyampaian penelitian dari Dr. Ir. Ni Nyoman suryani dan tim tentang “Studi Peningkatan Kualitas Daging Sapi Bali”, dilanjutkan penelitian dari Dr.Ir. Anak Agung Istri Kesumadewi, M.Si dan tim tentang “Identifikasi Potensi Dan Pengembangan Sistem Pertanian Organik Menuju Bali Pulau Organik”. Hadir dalam penyampaian paparan, Tim Pengendali Mutu Pemerintah Provinsi Bali, Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Sandang, Pangan dan Papan,  serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Selanjutnya, pada Sub Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial, dan Ketenagakerjaan dengan pemaparan riset tentang “Inventarisasi Tanaman Obat Usadha dan Metode Pengobatan Usadha dalam Mendukung Program Gubernur: Penggunaan Pengobatan Alternatif Tradisional Bali” oleh peneliti Dr. I Nyoman Arsana, S.Si, M.Si dan tim dari Universitas Hindu Indonesia, dan dilanjutkan penyampaian penelitian berjudul “Pemetaan Potensi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional sebagai Pengobatan Herbal Alternatif” oleh peneliti dr. Pande Ayu Naya Kasih Permatananda, M.Biomed beserta tim dari Universitas Warmadewa. Hadir dalam pemaparan ini, Tim Pengendali Mutu Pemerintah Provinsi Bali, Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Pendidikan, Kesehatan, Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja, serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Dan terahir, Sub Bidang Bidang Adat, Tradisi, Seni Budaya dan Pariwisata, dengan pemaparan penelitian tentang “Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Krama Bali pada Sektor Pariwisata di Provinsi Bali” oleh peneliti Dr. I  Wayan Wesna Astara, SH., M.Hum., M.H., beserta tim dari Universitas Warmadewa, dan dilanjutkan penyampaian penelitian dari Dr. Ni Putu Nina Eka Lestari, S.E., M.M., beserta tim dari Universitas Pendidikan Nasional yang berjudul “Pemetaan Potensi dan Pengembangan Desa Kendran sebagai Model Desa Wisata di Bali“. Hadir dalam pemaparan tersebut, Tenaga Ahli Tim Pengendali Mutu Pemerintah Provinsi Bali, Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Pariwisata, serta Dinas Pariwisata dan Dinas Tenaga Kerja, dan ESDM Provinsi Bali.

Hasil diseminasi riset tahun 2019 bidang prioritas pembangunan Bali, secara umum telah sesuai pada topik dan mendukung daya kompetitif perekonomian daerah sebagaimana yang diharapkan. Penelitian terapan secara sistematis yang telah dilaksanakan, telah menghasilkan terobosan baru upaya pendayagunaan kekayaan intelektual Bali secara optimal, efisien dan efektif. Sebagai tindaklanjutnya, beberapa hasil riset yang telah dipaparkan akan diusulkan untuk dapat difasilitiasi dengan penerbitan hak paten (hak cipta) inovasi Pemerintah Provinsi Bali.

RAPAT DISEMINASI HASIL RISET TAHUN 2019 PADA BIDANG PRIORITAS PEMBANGUNAN BALI Read More