VALIDASI LAPANGAN DALAM PEMBERIAN PENGHARGAAN INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD (IGA) TAHUN 2025

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Dalam rangka pelaksanaan penilaian inovasi daerah untuk pemberian penghargaan IGA, telah dilaksanakannya tahapan penilaian presentasi pada tanggal 4 Nopember 2025 yang dipresentasikan oleh Bapak Gubernur Bali dengan inovasi unggulan Love Bali dan Sampah berbasis sumber melalui Teba Modern, yang selanjutnya penilaian terakhir oleh Tim Validasi Lapangan yang dilaksanakan dari tanggal 20 s.d 21 Nopember 2025. Dimana tim validasi tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali pada hari Kamis tanggal 20 November 2025 pukul 16.30 Wita yaitu Bapak Dominikus Dalu S, S.H., M.H. (Keasistenan Utama Resolusi dan Monitoring, Ombudsman RI) sebagai Tim Penilai dan Bapak Tomy Veryanto Bawulang, S.Pd, M.EdLead, Ph.D (Kepala Bagian Perencanaan, BSKDN Kemendagri) sebagai Tim Pendamping.

Tim Validasi Lapangan disambut oleh Bapak Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali yang selanjutnya langsung dilaksanakan kunjungan lapangan ke kedatangan Internasional terkait inovasi Love Bali dan Hotel Westin terkait inovasi Love Bali dam inovasi sampah berbasis sumber melalui Teba Modern.

Pada hari kedua Tim Validasi Lapangan diterima oleh Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Bali bertampat di ruang rapat Sekda Kantor Gubernur Bali. Selanjutnya Tim mengunjungi Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Diskominfos Provinsi Bali dan BPBD Provinsi Bali untuk validasi lapangan terkait dengan inovasi Love Bali dan sampah berbasis sumber melalui Teba Modern yang telah diimplementasikan oleh Perangkat Daerah Provinsi Bali serta validasi ke Desa Cemengaon Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar dimana masyarakat di Desa Cemenggaon sudah melakukan pengolahan dan pemilahan sampah rumah tangga secara mandiri melalui Teba Modern.

Teba Modern adalah sebuah inovasi non-digital tentang pengelolaan sampah organik yang mengadaptasi kearifan lokal Bali yang diinisiasi oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Konsep ini bertujuan untuk mengolah sampah organik di tingkat rumah tangga atau komunitas menjadi kompos secara mandiri dan berkelanjutan.

Sedangkan aplikasi love Bali merupakan inovasi aplikasi digital terintegrasi yang digunakan oleh pemerintah Provinsi Bali untuk mengelola pariwisata, termasuk melakukan pembayaran pungutan bagi wisatawan asing, mencatat data wisatawan, serta menyediakan informasi seputar destinasi wisata dan acara budaya di Bali.

VALIDASI LAPANGAN DALAM PEMBERIAN PENGHARGAAN INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD (IGA) TAHUN 2025 Read More

Sosialisasi Pemberdayaan kepada Kelompok Tani sebagai Produsen dan Pemasar Beras Organik di P4S Somya Pertiwi, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Tabanan

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – BRIDA Provinsi Bali bekerjasama dengan LPPM Universitas Udayana melaksanakan kegiatan sosialisasi pengembangan kelembagaan dan pemasaran kepada kelompok tani sebagai produsen dan pemasar beras organik di P4S Somya Pertiwi Desa Mangesta Tabanan, Minggu (16/11/2025). Acara dihadiri oleh Tim Kajian/Penelitian Pengembangan Pertanian Organik Universitas Udayana dan Bada Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali.

Acara dimulai dengan diberikannya arahan dan sambutan sekaligus membuka acara kegiatan sosialisasi oleh Analis Kebijakan Ahli Muda I Kadek Agus Mahayogi HP,SS,M.Par. Sosialisasi pengembangan kelembagaan dan pemasaran produk beras organik di Desa Mangesta, Tabanan, merupakan inisiatif untuk memperkuat struktur kelompok tani dan memperluas jangkauan pasar produk beras organik.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk:

  1. Meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi kepada petani dan anggota kelembagaan terkait manfaat dan praktik pertanian organik yang berkelanjutan.
  2. Memperkuat kelembagaan, melalui fasilitasi pembentukan atau penguatan kelompok tani (seperti Kelompok Tani Somya Pertiwi di Mangesta) agar lebih terikat oleh kepentingan dan tujuan bersama, termasuk dalam hal sertifikasi organik.
  3. Mengembangkan strategi pemasaran, dengan merumuskan alternatif strategi pemasaran yang efektif, termasuk diversifikasi produk dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk daya saing yang lebih tinggi.
  4. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, yaitu memastikan produk beras organik dari Mangesta memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi di pasar lokal maupun potensial ekspor.
  5. Memperluas jaringan pasar, dengan membantu kelompok tani menjalin kemitraan dan mengatasi kendala pemasaran, seperti terbatasnya jangkauan dan lemahnya jaringan distribusi.

Hasil sosialisasi pengembangan kelembagaan dan pemasaran pertanian organik ditemukannya beberapa kendala dalam pelaksanaannya, diantaranya permasalahan kekurangan fasilitasi pemberian pupuk subsidi oleh pemerintah, kurangnya pemasaran atau akses pasar yang masih terbatas, perlunya pendampingan dalam hal budi daya dan control system, serta perlunya pengembangan teknologi inovasi dalam pertanian organik seperti penggunaan drone dalam hal pemupukan untuk mempercepat dan efisiensi waktu.

Sosialisasi Pemberdayaan kepada Kelompok Tani sebagai Produsen dan Pemasar Beras Organik di P4S Somya Pertiwi, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Tabanan Read More