Focus Group Discussion (FGD) ke-1 Presentasi dan Pembahasan Laporan Pendahuluan Kajian Masterplan Pembangunan Berbasis Konservasi di Kepulauan Nusa Penida

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Kepala Badan Riset dan Inovasi dan Daerah (BRIDA) Provinsi Bali membuka acara Focus Group Discussion (FGD) ke-1 Presentasi dan Pembahasan Laporan Pendahuluan Kajian Masterplan Pembangunan Berbasis Konservasi di Kepulauan Nusa Penida pada hari Jumat 24 Oktober 2025 di Caspla Beach Hotel Nusa Penida Jl. Nusa Indah, Kutampi Kaler, Kec. Nusa Penida. Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola antara BRIDA Provinsi Bali dengan Universitas Udayana.

Kajian Masterplan Pembangunan Berbasis Konservasi di Kepulauan Nusa Penida dilatar belakangi oleh masuknya modernisasi ke kawasan Nusa Penida yang meliputi Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sehingga mengalami transformasi pembangunan yang massif di segala sektor. Daya tarik alam yang dimiliki Nusa Penida telah membuka pintu masuk industri pariwisata dan membawa lonjakan kunjungan wisatawan maupun investasi. Perkembangan pembangunan di Nusa Penida saat ini sangat pesat, namun terkesan kurang terencana, infrastruktur terbatas, dan berpotensi terjadi pembangunan tak terarah.

Penyusunan masterplan ini akan menekankan pada pendekatan strategis yang bersifat problem-solving serta berfokus pada identifikasi isu-isu krusial, perumusan arahan kebijakan makro, dan penentuan prioritas pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang. Hal ini bertujuan untuk memberikan peta jalan yang jelas dan terarah bagi pemangku kepentingan dalam waktu yang efisien, sekaligus mengidentifikasi potensi quick win yang dapat segera diimplementasikan.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung dan Anggota DPRD Provinsi Bali Bapak I Nyoman Suwirta. Hadir sebagai peserta FGD diantaranya Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Perbekel dan Bendesa Adat se-Kecamatan Nusa Penida, Tim Pengendali Mutu (TPM), Tim Pengawas Swakelola Brida Provinsi Bali, dan akademisi dari Universitas Udayana. Hasil FGD akan digunakan sebagai bahan masukan dalam penyempurnaan laporan pendahuluan dan sebagai masukan dalam pencapaian output kajian.

 

Focus Group Discussion (FGD) ke-1 Presentasi dan Pembahasan Laporan Pendahuluan Kajian Masterplan Pembangunan Berbasis Konservasi di Kepulauan Nusa Penida Read More

Menerima Kunjungan Kemenhum Wilayah Bali terkait pemetaan potensi Indikasi Geografis di Bali

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Dalam rangka pemetaan potensi Indikasi Geografis di Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala BRIDA Provinsi Bali didampingi narasumber dari Kementerian Hukum Wilayah Bali mengadakan rapat terkait hal tersebut. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Divisi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Bali dan Kepala BRIDA Kabupaten/Kota se-Bali.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Kanwil Hukum, BRIDA Provinsi dengan Kabupaten/Kota tentang tata cara dan pendaftaran Indikasi Geografis. Adapun pendaftaran Indikasi Geografis adalah untuk memberikan perlindungan hukum terhadap Kekayaan Intelektual yg dimiliki setiap Kabupaten/Kota se-Bali.

Melalui pendaftaran Indikasi Geografis ini diharapkan Provinsi Bali yang berlandaskan kearifan lokal dan berbagai macam kekayaan dari alam serta adat istiadat budaya dapat terjaga, terlindungi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali, sekaligus menjadi identitas yang sah secara hukum.

Menerima Kunjungan Kemenhum Wilayah Bali terkait pemetaan potensi Indikasi Geografis di Bali Read More