Review Proposal Masterplan Pembangunan Berbasis Konservasi di Kepulauan Nusa Penida

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Kepulauan Nusa Penida yang terdiri dari Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan memiliki kekayaan alam dan budaya yang unik. Wilayah ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus kawasan konservasi laut dan darat yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Namun, Dalam perkembangannya, Nusa Penida mendapat sentuhan modernisasi sehingga mengalami transformasi pembangunan yang massif di segala sektor. Tidak bisa dipungkiri daya tarik alam yang dimiliki Nusa Penida telah membuka pintu masuk industri pariwisata dan membawa lonjakan kunjungan wisatawan maupun investasi. Perkembangan pembangunan di Nusa Penida saat ini sangat pesat, dan diharapkan dapat diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang terarah dan terencana.

Terkait dengan hal tersebut, dan sejalan dengan Program Prioritas Pembangunan Bali Periode 2025-2030 akan dilaksanakan pengkajian dan perancangan Masterplan Nusa Penida”, Pada hari Selasa, 12/8/2025 telah dilaksanakan Review Proposal Masterplan Pembangunan Berbasis Konservasi di Kepulauan Nusa Penida dari Tim pengkaji Universitas Udayana. Dengan adanya kolaborasi antara BRIDA Bali dan Universitas Udayana, diharapkan dapat menyusun sebuah master plan yang dapat menjadi instrumen penting dan menjawab tantangan ke depan, dalam menjaga identitas Nusa Penida sebagai destinasi wisata kelas dunia yang berbasis konservasi dan kearifan lokal.

 

Review Proposal Masterplan Pembangunan Berbasis Konservasi di Kepulauan Nusa Penida Read More

PRESENTASI LAPORAN PENDAHULUAN KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI BALI BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – BRIDA Provinsi Bali melaksanakan presentasi laporan pendahuluan/FGD Kajian Strategi Pengembangan Ekonomi Bali Berbasis Nilai Kearifan Lokal di Aula Indraprastha Universitas Hindu Indonesia. Kajian ini dilaksanakan secara swakelola antara BRIDA Provinsi Bali dengan Universitas Hindu Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh masukkan dalam rangka penyempurnaan Laporan Pendahuluan kajian.

Latar belakang dari Kajian Strategi Pengembangan Ekonomi Bali Berbasis Nilai Kearifan Lokal adalah adanya kesenjangan antara idealisme konsep Ekonomi Kerthi Bali dan Sistem Perekonomian Adat Bali dengan realitas implementasinya dalam kebijakan maupun praktik ekonomi saat ini. Selain itu, peran dari desa adat juga menjadi kunci dalam implementasi sistem ekonomi berbasis nilai kearifan lokal, mengingat desa adat memiliki otoritas kultural dan struktur sosial yang kuat untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal, serta mendorong partisipasi masyarakat secara menyeluruh dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Presentasi Laporan Pendahuluan/FGD menghadirkan dua narasumber yaitu Bapak I Gde Made Sadguna, SE., M.BA., DBA dan Drs. I Ketut Sumarta. Hadir sebagai peserta FGD adalah Tim Pengendali Mutu (TPM), Tim Pengawas Swakelola Brida Provinsi Bali, dan akademisi dari Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Udayana, Universitas Mahasaraswati, serta Universitas Hindu Indonesia.

Hasil FGD akan digunakan sebagai bahan masukan dalam penyempurnaan laporan pendahuluan dan sebagai masukan dalam pencapaian output kajian. Tahapan selanjutnya setelah Presentasi/FGD Laporan Pendahuluan adalah Presentasi/FGD Laporan Antara dan Laporan Akhir.

PRESENTASI LAPORAN PENDAHULUAN KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI BALI BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL Read More