Pengendalian Ikan Invasif Red Devil melalui Metode Kuratif Berbasis Kajian Ilmiah di Danau Batur

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Menindaklanjuti usulan riset tentang ikan invasif Red Devil di Danau Batur dari Pemerintah Kabupaten Bangli, Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali bekerjasama dengan LPPM Universitas Udayana telah melaksanakan Kajian Penyelamatan Keanekaragaman Hayati Danau Batur Melalui Pengendalian Ikan Red Devil Atau Ikan Asing Lainnya Berbasis Ekobiologis dan Iptek tahun 2025.

Hasil kajian tersebut merekomendasikan dua strategi pengendalian spesies ikan asing di ekosistem danau melalui pendekatan preventif untuk mencegah masuknya ikan invasif baru dan pendekatan kuratif untuk mengelola populasi yang sudah ada. Pendekatan preventif yang dapat berupa penerapan SOP juknis Penebaran bibit ikan, penguatan regulasi dan penegakan hukum, edukasi dan sosialisasi serta karantina. Sedangkan pendekatan kuratifnya meliputi penangkapan selektif dengan metode ukuran mata jarring insang dan pada jam/waktu tertentu, peningkatan upaya penangkapan, diversifikasi produk, pemantauan populasi, rehabilitasi ekosistem, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan aspek budaya melalui penguatan konsep Tri Hita Karana.

Menindaklanjuti rekomendasi kajian tersebut dan dalam upaya untuk mempertahankan keanekaragaman hayati di Danau Batur, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan bersama Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Bali, Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali serta masyarakat di sekitar danau melaksanakan penangkapan ikan invasif Red Devil pada tanggal 13 Pebruari 2026, dimana sesuai hasil kajian mata jaring 2 inch sudah disebar pada malam sebelumnya dan penarikannya dilakukan pada pagi hari. Kegiatan ini dipusatkan di Pokdakan Karunia Danau, Br. Cemara Landung, Desa Terunyan dan dibuka oleh Bapak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali. Penangkapan ikan Red Devil akan dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan dengan target 3 sampai dengan 5 ton per minggu dengan menerapkan hasil kajian yang telah dilakukan. Untuk meningkatkan nilai ekonomi, hasil tangkapan ikan Red Devil akan dikirim ke Kabupaten Jembrana untuk diolah menjadi tepung ikan sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan atau ternak buatan. Harapannya dengan upaya ini akan memberikan dampak pada perbaikan keanekeragaman hayati Danau Batur sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.