Peningkatan Kapasitas Pemangku Kepentingan dalam Pelaporan Inovasi Daerah pada Innovative Government Award

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI — Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaporan inovasi daerah serta memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah, Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tabanan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pemangku Kepentingan dalam Pelaporan Inovasi Daerah pada Innovative Government Award (IGA), Senin (18/5/206).

Kegiatan ini dilaksanakan di Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tabanan dan diikuti oleh perwakilan seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Acara dibuka oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Tabanan yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguatan kapasitas perangkat daerah dalam menyusun dan melaporkan inovasi secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah melalui inovasi.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali yang memberikan pemaparan terkait strategi penguatan inovasi daerah, tata cara pelaporan inovasi pada Innovative Government Award, serta pentingnya membangun budaya inovasi di setiap perangkat daerah.

Kegiatan ini juga didampingi oleh Kepala Bidang Pengembangan Inovasi dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Analis Kebijakan Ahli Muda, serta staf terkait yang turut memberikan pendampingan teknis kepada peserta.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh perangkat daerah Kabupaten Tabanan mampu meningkatkan kualitas inovasi serta pelaporan inovasi daerah sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.

Peningkatan Kapasitas Pemangku Kepentingan dalam Pelaporan Inovasi Daerah pada Innovative Government Award Read More

Rapat Lanjutan Penyusunan Naskah Akademik Pembentukan Badan Pengelola Pura Besakih

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – BRIDA Provinsi Bali menggelar rapat awal yang membahas rencana kajian akademis pembentukan Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Besakih. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola kawasan suci agar lebih terpadu, berkelanjutan, serta tetap menjaga kesucian dan nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang melekat pada Pura Besakih sebagai pusat spiritual umat Hindu di Bali.

Melalui forum ini, berbagai pihak berdiskusi dan menyampaikan masukan terkait konsep kelembagaan, mekanisme pengelolaan, serta sinergi antar instansi dalam mendukung pengelolaan kawasan secara profesional dan berkelanjutan. Kehadiran BRIDA diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui pendekatan kajian, inovasi, dan kebijakan berbasis riset.

Dengan terbentuknya Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Besakih ke depan, diharapkan pengelolaan kawasan dapat berjalan lebih optimal, menjaga kesucian pura, meningkatkan kualitas pelayanan bagi umat dan pengunjung, serta mendukung pelestarian budaya Bali secara berkelanjutan.

Rapat Lanjutan Penyusunan Naskah Akademik Pembentukan Badan Pengelola Pura Besakih Read More