STUDI DAN OBSERVASI KE UNIVERSITAS GAJAH MADA DAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TERKAIT PROSES PENGEMBANGAN ANGGREK KERDIL (DWARFING ORCHID) SEBAGAI BAGIAN DARI UPAYA UNTUK MENGHASILKAN VARIETAS BARU ANGGREK FORMA BALI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Dalam upaya mendukung inovasi dan pelestarian flora khas Bali, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali melalui Bidang Prioritas Pembangunan Daerah melaksanakan kunjungan riset ke Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk mempelajari lebih dalam tentang proses pengembangan anggrek kerdil (dwarfing orchid) sebagai bagian dari program penciptaan varietas baru anggrek forma Bali.

Kunjungan dimulai di Fakultas Biologi UGM, di mana tim Bidang Prioritas Pembangunan Daerah disambut oleh Dekan Fakultas Biologi beserta tim peneliti. Dalam sambutan pembukaannya, Dekan Fakultas Biologi UGM menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga riset dan pemerintah daerah untuk menciptakan inovasi di bidang pemuliaan tanaman hias. Pemaparan teknis terkait proses pembuatan anggrek kerdil kemudian disampaikan oleh peneliti UGM, mencakup seleksi indukan, manipulasi genetik, hingga teknik kultur jaringan yang menjadi inti dari program dwarfing orchid. Kunjungan juga dilakukan ke Laboratorium Riset Biologi Molekuler UGM. Di sini, tim melihat langsung proses kultur jaringan dan analisis genetik yang dilakukan untuk menghasilkan varietas anggrek unggul.

Pada hari kedua, tim melanjutkan studi ke Fakultas MIPA UNY. Di UNY, tim diterima oleh para peneliti dan dosen yang memaparkan inovasi mereka dalam bidang kultur jaringan dan bioinformatika tanaman. Paparan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana teknik analisis data genetik dapat diintegrasikan dengan kultur jaringan untuk mempercepat pengembangan varietas tanaman hias. Selain itu, tim juga berkesempatan mengunjungi laboratorium kultur jaringan dan bank genetik tanaman di UNY. Dalam sesi ini, tim mendapatkan penjelasan tentang pengelolaan plasma nutfah anggrek lokal yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi varietas unggul. Diskusi yang berlangsung intensif antara tim BRIDA dan peneliti UNY menegaskan pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung pelestarian tanaman anggrek lokal.

Hasil kunjungan ini memberikan wawasan baru bagi Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali, khususnya dalam mengadopsi metode pengembangan anggrek kerdil untuk mendukung pelestarian flora khas Bali. Tim Bidang Prioritas Pembangunan Daerah menyampaikan apresiasi kepada UGM dan UNY atas kesediaan mereka berbagi pengetahuan dan teknologi, serta menjajaki peluang kolaborasi lebih lanjut, termasuk pelatihan teknis bagi peneliti di Bali.

Diharapkan hasil studi ini dapat diimplementasikan dalam penelitian pengembangan varietas anggrek forma Bali. Keberhasilan program ini tidak hanya akan memperkaya biodiversitas tanaman hias di Bali, tetapi juga meningkatkan daya saing sektor hortikultura lokal di tingkat nasional dan internasional.

STUDI DAN OBSERVASI KE UNIVERSITAS GAJAH MADA DAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TERKAIT PROSES PENGEMBANGAN ANGGREK KERDIL (DWARFING ORCHID) SEBAGAI BAGIAN DARI UPAYA UNTUK MENGHASILKAN VARIETAS BARU ANGGREK FORMA BALI Read More

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PEMANFAATAN IDSD UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING DAERAH PROVINSI BALI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali membuka Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Untuk Peningkatan Daya Saing Daerah Provinsi Bali pada hari Rabu 21 Mei 2025 secara daring. Tujuan dari pelaksanaan FGD adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep IDSD, teknik pemanfaatan data informasi IDSD dan menganalisis IDSD untuk menyusunan rekomendasi kebijakan daerah. Hadir sebagai narasumber Bapak Dr. Yopi (Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, BRIN) dan Bapak Khairul Rizal, S.T., M.P.P., Ph.D. (Direktur Pengukuran dan Indikator Riset, Teknologi, dan Inovasi, BRIN). Sebagai moderator Bapak Dr. I Made Sedana Yoga, ST., M.Si. (Tim Pengendali Mutu pada BRIDA Provinsi Bali). Hadir sebagai peserta FGD adalah seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali dan BRIDA Kaupaten Kota se-Bali.

IDSD adalah instrumen yang menggambarkan kemampuan daerah dalam bersaing di tingkat nasional maupun global. Manfaat pengukuran IDSD adalah:

  1. Memberikan gambaran kinerja ekonomi, persepsi iklim bisnis, dan dinamika usaha
  2. Membantu merumuskan, menetapkan, mengevaluasi, dan memantau kebijakan pembangunan daerah
  3. Membantu harmonisasi kebijakan dan program pembangunan nasional dan daerah
  4. Mendorong sinergi program antar sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
  5. Mendorong kepemimpinan daerah yang inovatif
  6. Mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia

IDSD merupakan salah satu Indikator Kinerja Daerah (IKD) Provinsi Bali yang dalam rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ditargetkan naik 0,10 setiap tahunnya. Angka tersebut bukan sesuatu yang mudah diraih pada Indeks dengan skala 5. Peran seluruh perangkat daerah sangatlah penting untuk meningkatkan daya saing Provinsi Bali karena data yang diperguanakan dalam pengukuran IDSD berasal dari perangkat daerah baik di Kabupaten maupun Provinsi yang diinput di Kementerian masing-masing.

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PEMANFAATAN IDSD UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING DAERAH PROVINSI BALI Read More