Seminar Lintas-Stakeholder: Sinergi dan Kolaborasi untuk Mitigasi dan Adaptasi Danau Batur Berkelanjutan

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Danau Batur, sebagai salah satu pilar utama dalam Program Danu Kerthi di bawah visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Dalam Bali Era Baru, memiliki peranan vital bagi ekosistem dan ekonomi lokal. Namun setiap tahun secara kontinu terjadi fenomena alamiah yang memicu terjadinya kematian massal ikan. Peristiwa ini juga diperparah oleh akumulasi limbah organik dari aktivitas budidaya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). Kematian ikan massal ini selain mengakibatkan degradasi lingkungan juga mengakibatkan kerugian ekonomi masyarakat.

Sampai saat ini, penanganan masalah cenderung bersifat parsial, bergerak sendiri-sendiri dan reaktif saat ada kejadian serta belum adanya upaya mitigasi dan adaptasi terhadap fenomena tersebut. Sebagai fenomena alam yang sudah regular terjadi dan tentunya tidak bisa dilawan secara frontal, maka solusinya bukan lagi mencari penyebab kematian ikannya tetapi harus lebih diarahkan ke usaha mitigasi dan adaptasi.

Terkait dengan hal tersebut, Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali melaksanakan Seminar Lintas-Stakeholder: Sinergi dan Kolaborasi untuk Mitigasi dan Adaptasi Danau Batur Berkelanjutan, Rabu (20/8/2025). Agenda dipimpin oleh Kepala BRIDA Provinsi Bali dengan didampingi Kepala Bidang Penunjang Pembangunan Daerah. Kegiatan seminar ini menjadi media yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan semua pihak yang memiiki kepedulian terhadap kelestarian Danau Batur untuk menyatukan visi, mengungkapkan data yang dimilki, memaparkan hasil kajian/penelitan yang telah dimiliki dan berkontribusi secara sinergi dalam mencari solusi.

Seminar ini diharapkan mampu menyatukan semua hal tersebut diatas sehingga dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang holistik dan berkelanjutan, sebagai masukan bagi Pemerintah Provinsi Bali dalam mencari solusi yang tepat dan aplicable.

Kegiatan seminar menghadirkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Bapak Ir. Putu Sumardiana, MP dan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida Bapak Gunawan Suntoro, S.T.,M.D.M., M.Eng serta Kepala Bidang Wilayah I, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara (Pusdal LH Bali Nusra) Ibu Cokorda Istri Muter Handayani, ST., M.Si sebagai narasumber dari unsur Pemerintah. Disamping itu juga menghadirkan narasumber dari unsur Akademisi, diantaranya Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, MS selaku Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Bidang Lingkungan dan Pemerdayaan Masyarakat serta Gde Raka Angga Kartika, S.Pi,. MP dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana.

Seminar Lintas-Stakeholder: Sinergi dan Kolaborasi untuk Mitigasi dan Adaptasi Danau Batur Berkelanjutan Read More

Sosialisasi kegiatan Pengembangan Model Standar Budidaya Pertanian Organik pada Tanaman Padi di Subak Jaka, Desa Kukuh, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Pada hari Senin tanggal 18 Agustus 2025, Brida Bali berkolaborasi dengan LPPM Universitas Udayana dalam hal ini diwakili oleh Ketua Tim Penelitian Pertanian Organik melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengembangan Model Standar Budidaya Pertanian Organik pada Tanaman Padi bertempat di Subak Jaka, Desa Kukuh Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan.

Acara di hadiri oleh Kepala Brida Bali yang dalam hal ini di wakili oleh Kepala Bidang Prioritas Pembangunan Ir. Nyoman Suarta, Msi dengan didampingi Analis Kebijakan Ahli Muda sebagai pelaksana kegiatan I Kadek Agus Mahayogi HP,SS, M.Par beserta staf. Acara juga di hadiri oleh Ketua Tim Peneliti Udayana Dr. Ir. Gede Wijana, MS dan hadir sebagai Narasumber Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP),  Dr. Drh.  I Made Rai Yasa, MP, Kepala Desa Kukuh Bapak Made Sugianto beserta petani organik di Subak Jaka dan Desa Kukuh Marga Tabanan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman tentang pertanian organik, serta mendorong penerapannya di masyarakat khususnya di Subak Jaka Tabanan. Sosialisasi ini juga mencakup berbagai aspek, mulai dari prinsip-prinsip dasar, manfaat, hingga tantangan dan peluang pengembangan pertanian organik di Bali.

Masyarakat Subak Jaka sangat antusias mengikuti acara sosialisasi tersebut, karena masyarakat petani organik dapat mengungkapkan permasalahan yang selama ini mereka rasakan dalam pengembangan pertanian organik. Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan bagaimana bertani organik serta mengembangkan pertanian organik khususnya tanaman padi yang baik dan mendapatkan hasil yang bagus serta memiliki daya jual yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani organik khususnya di daerah Marga Tabanan. Lebih lanjut kegiatan sosialisasi ini juga akan dilanjutkan di Subak Mengesta Somya Pertiwi Tabanan. Agenda ini sangat penting karena masyarakat petani organik dapat berintekasi langsung dengan para ahli pertanian sehingga dapat meningkatkan wawasan petani secara keseluruhan.

Sosialisasi kegiatan Pengembangan Model Standar Budidaya Pertanian Organik pada Tanaman Padi di Subak Jaka, Desa Kukuh, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Read More