Sosialisasi Penguatan Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – BRIDA Provinsi Bali selaku Pembina Jabatan Fungsional Analis Kebijakan di daerah, menyelenggarakan Sosialisasi Penguatan Jabatan Fungsional Analis Kebijakan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Kota se-Bali pada hari Kamis tanggal 27 Nopember 2025. Acara dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali Dr. I Wayan Serinah, S.Sos., M.Si. Hadir sebagai narasumber Direktur Penguatan Kapasitas Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) dan Kepala Sub Direktorat Formasi dan Seleksi Direktorat Penguatan Kapasitas Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN LAN.

Kegiatan ini dihadiri peserta berasal dari Pejabat Fungsional Analis kebijakan di Pemprov Bali dan perwakilan BRIDA Kab/kota se-Bali.  Agenda ini sangat penting karena saat ini Pemerintah Provinsi Bali memiliki 34 orang JFAK berbagai jenjang yang tersebar di 8 (delapan) Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jumlah ini akan terus bertambah seiring terisinya kebutuhan yang telah ditetapkan sebanyak 154 formasi. Penguatan kompetensi dan pemahaman pola kerja bagi JFAK yang ada, serta persiapan bagi calon JFAK, menjadi sangat krusial. Sejak adanya penyetaraan jabatan, JFAK hadir sebagai agen berbasis keahlian dan kompetensi untuk mewujudkan birokrasi yang lebih dinamis dan profesional. Tuntutan terhadap kualitas kebijakan publik semakin tinggi, dan peran sentral JFAK sangat dibutuhkan. Kedepan tidak lagi ditemukan kebijakan yang tumpang tindih ataupun menimbulkan reaksi negatif dari publik serta mampu memberi alternatif solusi yang inovatif dan cepat agar tidak kehilangan momentum dalam penyelesaian masalah.

Pada kesempatan ini LAN RI memberikan materi dan arahan yang mendalam, khususnya terkait:

  1. Pengembangan Karir JFAK, agar seluruh Analis Kebijakan memahami secara jelas prosedur, persyaratan, dan jalur karir dari Ahli Pertama hingga Ahli Madya bahkan Ahli Utama, sehingga dapat memotivasi kinerja dan menghilangkan keraguan karir;
  2. Peningkatan Kualitas Produk Kebijakan. JFAK dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam merumuskan, menganalisis, serta menuangkan hasil analisis yang mendalam ke dalam tulisan ilmiah berbentuk policy brief/policy paper atau lainnya yang sesuai standar JFAK;
  3. Kontribusi Pemecahan Masalah Daerah, bagaimana JFAK dapat secara optimal menjawab dan berkontribusi pada pemecahan masalah daerah, sehingga mampu menghasilkan kebijakan publik yang inovatif, agile, solutif, dan yang paling utama, berbasis bukti (evidence-based policy). JFAK hadir sebagai mitra strategis dalam pengambilan keputusan.

Lebih lanjut Bapak Direktur menekankan pentingnya meningkatkan keahlian dan kompetensi melalui jenjang pendidikan dan pelatihan. Hal ini diperlukan sinergi dan kolaborasi Pemprov dan Pemkab/Pemkot se-Bali dalam meningkatkan kwalitas JFAK karena permasalahan terkait JFAK ini merupakan isu yang terjadi di seluruh Indonesia, sehingga koordinasi dan penguatan harus dilakukan secara menyeluruh di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata oleh Kaban BRIDA Bali kepada Bapak Direktur.

Sosialisasi Penguatan Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali Read More

VALIDASI LAPANGAN DALAM PEMBERIAN PENGHARGAAN INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD (IGA) TAHUN 2025

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI – Dalam rangka pelaksanaan penilaian inovasi daerah untuk pemberian penghargaan IGA, telah dilaksanakannya tahapan penilaian presentasi pada tanggal 4 Nopember 2025 yang dipresentasikan oleh Bapak Gubernur Bali dengan inovasi unggulan Love Bali dan Sampah berbasis sumber melalui Teba Modern, yang selanjutnya penilaian terakhir oleh Tim Validasi Lapangan yang dilaksanakan dari tanggal 20 s.d 21 Nopember 2025. Dimana tim validasi tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali pada hari Kamis tanggal 20 November 2025 pukul 16.30 Wita yaitu Bapak Dominikus Dalu S, S.H., M.H. (Keasistenan Utama Resolusi dan Monitoring, Ombudsman RI) sebagai Tim Penilai dan Bapak Tomy Veryanto Bawulang, S.Pd, M.EdLead, Ph.D (Kepala Bagian Perencanaan, BSKDN Kemendagri) sebagai Tim Pendamping.

Tim Validasi Lapangan disambut oleh Bapak Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali yang selanjutnya langsung dilaksanakan kunjungan lapangan ke kedatangan Internasional terkait inovasi Love Bali dan Hotel Westin terkait inovasi Love Bali dam inovasi sampah berbasis sumber melalui Teba Modern.

Pada hari kedua Tim Validasi Lapangan diterima oleh Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Bali bertampat di ruang rapat Sekda Kantor Gubernur Bali. Selanjutnya Tim mengunjungi Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Diskominfos Provinsi Bali dan BPBD Provinsi Bali untuk validasi lapangan terkait dengan inovasi Love Bali dan sampah berbasis sumber melalui Teba Modern yang telah diimplementasikan oleh Perangkat Daerah Provinsi Bali serta validasi ke Desa Cemengaon Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar dimana masyarakat di Desa Cemenggaon sudah melakukan pengolahan dan pemilahan sampah rumah tangga secara mandiri melalui Teba Modern.

Teba Modern adalah sebuah inovasi non-digital tentang pengelolaan sampah organik yang mengadaptasi kearifan lokal Bali yang diinisiasi oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Konsep ini bertujuan untuk mengolah sampah organik di tingkat rumah tangga atau komunitas menjadi kompos secara mandiri dan berkelanjutan.

Sedangkan aplikasi love Bali merupakan inovasi aplikasi digital terintegrasi yang digunakan oleh pemerintah Provinsi Bali untuk mengelola pariwisata, termasuk melakukan pembayaran pungutan bagi wisatawan asing, mencatat data wisatawan, serta menyediakan informasi seputar destinasi wisata dan acara budaya di Bali.

VALIDASI LAPANGAN DALAM PEMBERIAN PENGHARGAAN INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD (IGA) TAHUN 2025 Read More