PRESENTASI LAPORAN AKHIR/FGD-3 JASA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN EKOSISTEM INFRASTRUKTUR KENDARAAN BERMOTOR LISTRIK BERBASIS BATERAI

A
Ditulis oleh Admin
Diterbitkan pada 19 Oktober 2026
Sedang Mendengarkan
PRESENTASI LAPORAN AKHIR/FGD-3 JASA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN EKOSISTEM INFRASTRUKTUR KENDARAAN BERMOTOR LISTRIK BERBASIS BATERAI

BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH PROVINSI BALI - Kepala Bidang Penunjang Pembangunan Daerah mewakili Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali membuka kegiatan Presentasi Laporan Akhir/FGD-3 Jasa Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Ruang Sidang Prof. Ngurah Lantai 4 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Kampus Sudirman Denpasar. Kajian ini dilaksanakan secara swakelola antara BRIDA Provinsi Bali dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana.

11zzxcd

Dalam sambutannya, Kepala BRIDA Provinsi Bali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Visi Pembangunan Daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, khususnya pada program prioritas Transportasi Ramah Lingkungan dan Transisi Energi Bersih demi mempercepat target Net Zero Emission (NZE) Bali 2045.

Arah kebijakan bidang prioritas tersebut diantaranya menjadikan Bali bebas dari polusi untuk mempercepat pencapaian Net Zero Emission (NZE) melalui percepatan dan pemantapan pelaksanaan regulasi energi bersih, kendaraan listrik berbasis baterai dan mempercepat implementasinya di lingkungan ASN, BUMN/BUMD, lembaga pendidikan dan kesehatan. 

Sejalan dengan Program Pembangunan Rendah Karbon Daerah (PRKD), pertumbuhan kepemilikan Electric Vehicle (EV) di Bali saat ini sangat menggembirakan sekaligus menjadi solusi di tengah kondisi pemenuhan energi fosil yang semakin terbatas. Namun, lonjakan ini membawa tantangan nyata pada kesiapan infrastruktur pengisian daya listrik. Saat ini, rasio charging station dibanding jumlah EV di Bali masih berada di angka 1:19, belum ideal dibanding dengan target nasional 1:10 hingga 1:15. Ketimpangan ini memicu kecemasan jarak tempuh (range anxiety) bagi para pengguna EV. 

Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur tidak bisa lagi memakai pendekatan konvensional "menyediakan tempat", melainkan harus bergeser menjadi "mengikuti pergerakan" berdasarkan pola perjalanan riil pengguna. Kita memerlukan kajian strategis berbasis data ilmiah agar pembangunan charging station berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran. Harapannya setelah kajian ini tuntas, hasilnya dapat langsung diterapkan bersama Pemerintah Provinsi Bali, PT. PLN UID Bali, masyarakat dan akademisi melalui pola pengabdian masyarakat perguruan tinggi.

11zzxsdc

11zzxsd

11ddscx
 

Presentasi Laporan Akhir/FGD-3 menghadirkan Ibu Maria Magdalena Silaen dari World Resources Institute (WRI). Hadir sebagai peserta antara lain perwakilan Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar, Tim Pengendali Mutu (TPM), Tim Pengawas Swakelola Brida Provinsi Bali, dan Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali.

Tags

Ditulis oleh Admin • Diterbitkan pada 19 Oktober 2026 • Diperbaharui pada 19 Oktober 2026